Terminal of simple thought

Banyak hal yang bisa dipikirkan, banyak pula yang bisa diceritakan dalam untaian kata. Semua cerita ini hanya sepenggal dari bongkahan besar pemikiranku. Just enjoy..!

Info dari karir.com lagi

Filed under: Just Info — puts at 5:19 pm on Tuesday, May 30, 2006

TELAAH RESUME PELAMAR YANG SUKSES MENDAPATKAN PEKERJAAN

Sebagai media yang menjembatani pertemuan antara perusahaan penyedia lowongan dan pencari kerja di Indonesia, kami mendapatkan banyak pengalaman menarik dan masukan yang berharga dari kedua belah pihak. Beberapa diantaranya mungkin perlu Anda cermati. Apa Isi Resume Kandidat Yang Sukses Mendapatkan Pekerjaan? Ada kandidat yang begitu mudah mendapatkan pekerjaan melalui karir.com, bahkan sampai lebih dari sekali. Tentu ada yang membedakan dia dari kandidat lainnya. Berikut ini adalah hasil investigasi kami terhadap hal-hal yang memungkinkan untuk kami pantau di karir.com :

1. Resumenya lengkap dan menarik Kandidat-kandidat yang sudah lebih dari sekali diterima kerja melalui karir.com, ternyata resumenya memang lengkap dan menarik. Semua ruang yang disediakan oleh karir.com, digunakan secara maksimal untuk memberikan informasi tentang kualifikasi dirinya. Jadi, pada kolom Pengalaman Bekerja, deskripsi pekerjaannya diuraikan dengan singkat dan jelas (menggunakan bullet points). Begitu pula kolom Informasi Tambahan diisi dengan hal-hal yang positif tentang dirinya seperti misalnya : sertifikat yang dimiliki, penguasaan tentang standar ISO tertentu, bahasa asing yang dikuasai, tipe kepribadian, prestasi yang pernah dicapai dan sebagainya.

2. Pengalaman kerjanya solid, fokus di satu bidang dan sesuai dengan posisi yang dilamar.

3. Semua informasi yang dicantumkan pada resume sesuai/mendukung posisi yang dilamar. Misalnya : isi pada kolom Fungsi Kerja dan Industri yang Diinginkan, benar-benar sesuai dengan perusahaan yang dituju dan posisi yang dilamar.

Semoga bermanfaat ^ - ^

Ada sedikit Info

Filed under: Just Info — puts at 5:12 pm on Tuesday, May 30, 2006

Memanfaatkan Kesempatan Bertanya Dalam Wawancara Kerja

Dalam proses rekrutmen, wawancara adalah tahap yang sangat penting bagi kedua belah pihak. Bagi HRD/rekruter dari perusahaan yang memanggil, wawancara merupakan bagian dari proses seleksi yang terutama bertujuan untuk mendapatkan profil yang lebih utuh dari pelamar, khususnya yang menyangkut potensi, kompetensi dan kualifikasi kandidat. Dari sini selanjutnya akan ditentukan sesuai tidaknya kandidat dengan jabatan yang tersedia. Sedangkan bagi pelamar, wawancara adalah saatnya untuk membuktikan bahwa dirinya adalah kandidat yang tepat bagi posisi yang ditawarkan. Tetapi sebetulnya ada satu hal lagi yang tidak kalah pentingnya. Bagi pelamar (terlebih-lebih bagi yang sudah berpengalaman), wawancara juga harus dimanfaatkan sebagai tahap penjajakan untuk mengetahui segala sesuatu yang menyangkut perusahaan yang dituju dan pekerjaan yang ditawarkan. Dari sini, kandidat seharusnya juga bisa melakukan evaluasi dan menentukan kesesuaian dirinya dengan jabatan yang ditawarkan, sehingga di kemudian hari tidak timbul penyesalan atau perasaan masuk ke tempat yang salah. Pada saat wawancara, selain aktif bertanya biasanya HRD/rekruter juga memberikan kesempatan bertanya kepada kandidat pelamar. Pedoman umum yang perlu Anda pegang adalah jangan terlalu banyak mengajukan pertanyaan. Seleksi dan pilih yang penting-penting saja dan jangan terkesan menyelidik ataupun sok. Lalu, pertanyaan apa yang sebaiknya diajukan? Mungkin beberapa hal di bawah ini bisa Anda jadikan acuan :

1. Profil Perusahaan Adakalanya, HRD/rekruter melakukan presentasi singkat mengenai profil perusahaannya (sangat disarankan Anda sudah terlebih dahulu mempelajarinya sebelum Anda menghadiri wawancara). Bila HRD/rekruter tidak melakukan presentasi, maka ini saat yang tepat bagi Anda untuk mengetahui lebih jauh. Anda misalnya bisa menanyakan tentang kapan perusahaan tersebut didirikan, target market-nya; siapa pembeli atau pelanggan yang dituju? Posisi produk perusahaan tersebut di “pasar”; pemimpin pasarkah? Profil pemilik perusahaan tersebut; suatu kelompok usahakah? Dan sebagainya.

2. Semua informasi yang dicantumkan pada resume sesuai/mendukung posisi yang dilamar. Misalnya : isi pada kolom Fungsi Kerja dan Industri yang Diinginkan, benar-benar sesuai dengan perusahaan yang dituju dan posisi yang dilamar.

Saran kami berdasarkan masukan dari HRD/Rekruter :

    1. Banyak HRD/rekruter mengalami kesulitan dalam menentukan kandidat mana yang layak untuk diproses lebih lanjut, khususnya ketika meneliti resume lulusan baru. Kebanyakan, informasi yang disajikan di resume sangatlah minim. Padahal pada tahap awal, resume adalah satu-satunya bahan dasar HRD dalam menentukan pilihan. Jadi, sekali lagi ini tentang RESUME. Jangan memberikan informasi yang terlalu sedikit. Jangan kehabisan akal dalam membuat dan mengisi resume di karir.com. Beri mereka alasan untuk memanggil Anda!
    2. Bila Anda belum pernah bekerja, kolom pengalaman bekerja bisa diisi dengan pengalaman magang atau praktikum lengkap dengan deskripsi tugas Anda
    3. Informasi Tambahan, bisa diisi dengan keterampilan yang Anda kuasai, pengalaman berorganisasi, sertifikat yang dimiliki atau prestasi yang pernah dicapai, misalnya IPK yang tinggi, pemenang dari kejuaraan tertentu dan lainnya.
    4. Pastikan bahwa semua informasi yang Anda masukkan di resume tidak bertentangan dengan posisi yang dilamar. Contoh yang bertentangan misalnya : Anda melamar sebagai Marketing Staff di perusahaan manufaktur, tetapi di kolom Fungsi Kerja yang Diinginkan, Anda mengisi : Tour Guide, Customer Service dan Penyiar TV/Radio. Lalu pada kolom Industri yang Diinginkan, Anda mengisi : Biro Wisata, Telekomunikasi dan TV/Radio. Jadi evaluasi dan bila perlu modifikasikan resume Anda terlebih dahulu, tiap kali Anda hendak melamar suatu pekerjaan.

jadi inget masa lalu

Filed under: My Days — puts at 5:00 pm on Sunday, May 28, 2006

ohayougozaimasu…., itu kata-kata yang baru aku denger. Karena masih pagi.

O ya, weekend kemarin bener-bener semuanya ngingetin masa lalu. Start dari hari Sabtu d. Iseng aja kemarin tuh jemput sepupu yang masih TK. Pas nunggu, kan ngeliat kanan kiri, trus jadi inget d, 18 tahun yang lalu, waktu aku TK n dijemput ama nenek. Ditemenin latihan nari, dll.Ngeliat anak2 kecil itu bermain, dan bertindak nakal(lucu sih), n ibu guru berteriak, "anak2 tenang! kalo gak rapi, gak boleh pulang." Aku cuman tersenyum, jadi inget waktu jaman dulu, masa-masa badung, n ibuku sendiri gak pernah mengeluhkan kenakalanku. Kalo aku jatuh n memar2, paling dia tersenyum datar, n berkata, "besok hati2 ya." n kalo lagi males, dia cuman bilang "semangat dong. kamu pasti bisa(sambil senyum)". Miss u mom ^ - ^

Selain itu, bencana gempa di Jogja-pun ngingetin masa2 aku tinggal di Jawa Tengah, termasuk di Jogja. Image Ngeliat yang meninggal orang2 tua, sedih juga. Aku inget waktu di Jogja, suka ngobrol ama mereka. Mereka begitu polos, n gak mikir yg ruwet2.

Trus, hari Minggu kemarin, pamanku meminang calon istrinya, dan sebagian keluarga ngumpul. Aku baru ngeh aja, ternyata keluargaku di Jakarta banyak juga. Kemarin aja > 30 orang, itu juga belum semua. Kayanya aku sedikit apatis d, karena yang dateng kemarin aja gak semuanya kenal. Gak pernah ketemu sih. Mereka juga jarang pulang ke Bali. Nah dari hasil kumpul2 kemarin, asik juga. Kenal para menantu keluarga, ngobrol panjang lebar, dll d. Nah, dari obrolan itupun ada beberapa hal yg bener2 ngingetin pada masa lalu, yg udah aku pengen lupain. Tapi jadi kepikiran lagi. "udahlah, jangan dipikirin!!!". Untungnya sempat ngobrol ama kakek, yg lumayan intelek-lah, trus wise sekali menurutku. Dia memberi nasihat, yang cukup membuatku berpikir normal lagi. Plus baca bukunya doug hooper(you are what you think), lumayan juga, menetralkan pikiran.

O ya, waktu baca bukunya doug hooper, ada satu paragraf yang kayanya lumayan bagus untuk di simak : "setiap mobil paling sedikit akan hidup sekali lagi kalau diberi perhatian yang semestinya. Prinsip yang sama juga berlaku bagi manusia. Selama masih ada sedikit percikan api,belum terlambat bagi sebuah mobil atau seorang manusia untuk membuat awal yang baru. Pada suatu hari kelak Anda akan punya kesempatan untuk menerapkan pengetahuan ini. "

Sekian, nc day n ingetlah "

Bersemangatlah………………., tersenyumlah……………….., suatu hari nanti pasti akan tercapai, suatu hari nanti pasti akan bertemu, suatu hari nanti pasti akan terlaksana, suatu hari nanti pasti akan terwujud.  I believe it !!!!! ^ - ^  "

akhirnya Taylor menang

Filed under: My Days — puts at 5:04 pm on Thursday, May 25, 2006

Pagi ini emang rada gak niat, pagi-pagi anting2 udah putus, trus patung gemini-ku lagi di obok-obok temen, berantakan d :(.

Kemarin tuh kan tanggal merah, muncullah ide jalan bareng ama anak-anak satu divisi, lumayan hang out ngilangin stress selama berhari-hari. AKhirnya aku nyampe juga menjelajahi pelosok plaza senayan ampe STC.Sepi ternyata, mungkin krn kemahalan kali ya barang di sana, jd pada males ke sana.  O ya, kenapa jus jambu biji lebih mahal dari pada jus apel? kan jambu biji buah produk Indonesia. Banyak alasan mengenai hal ini.

Habis muter-muter, akhirnya pulang d. Eh di jalan, ada ide baru, yaitu mengunjungi kos salah seorang dari kami. Lumayan, kos dia tuh bagus, n kemarin dia abru beli TV tunner. Ayo kita tes!!! Nyampe di kosnya, nontonlah TV, n untungnya lagi, kos dia tuh nyediain buat TV kabel. Lumayan, aku suka nonton film kartun, ato liat CNN. Eh, pas searching, kok ada American Idol, siaran ulang di star world. Wah…….. lumayan banget, aku kan dari kemarin2 pengen nonton finalnya, tapi kayanya kemungkinan bisa nontonnya kecil sekali. Emang, sesuatu yang gak diharap-harap, akhirnya datang juga. "expect less". tapi tetep berharap sih. Lagu yang dinyanyiin bagus2 juga, trus yang lucu tuh, yang pada waktu audisi(dengan semua kekonyolannya). Saat pengumuman tiba, akhirnya Taylor menang. Selamat ya Mas Taylor, ^ - ^.

O ya, selama jalan-jalan kemarin ama anak-anak, ada beberapa obrolan yang cukup menambah pengetahuanku mengenai karakter seseorang berdasarkan zodiak. Trus, akhir2 ini di milis, pada rame ngomongin masalah istri seorang wanita karir. Iseng juga nanya2 ama mereka mengenai hal ini. Dan sebagian besar menjawab, mereka tuh pengen istri yang pinter, n kreatif. Trus sebaiknya kalo udah jadi ibu rumah tangga jangan kerja ladi deh di kantoran, apalagi gajinya lebih gede dari suami(kalo ini ada yang pro n kontra). Kadang-kadang suami minder juga kali ya kalo istrinya kedudukan atau gajinya lebih gede dari dia(sorry ya para calon suami). Tapi, istri boleh penghasilannya lebih gede dari suami asalkan gak kerja di kantor, tapi kerja di rumah, buat usaha sendiri(judulnya usaha bersama -> suami n istri). Kalo kerja di kantor tuh, kayanya harus sepenuh hati bekerja demi kantor(maksudnya untuk orang lain). nah, kalo kaya aku kerjanya jadi system engineer, gimana dong? ya gapapa, kerja dari rumah. Sambil ngurus anak kan bisa buat program, atau bikin usaha yang lain(atau jadi dosen). Intinya banyak pendapat deh mengenai hal ini.

Kalo menurut aku sendiri, jadi wanita karir gapapa, asalkan tetep inget kodrat!!! Asik juga sih kalo jadi ibu rumah tangga doang, ngurus rumah n anak, tapi…. kayanya itu bukan aku deh. Aku kan gak bisa diem aja di rumah, ngurus itu-itu aja. Pasti deh bakalan ngelakuin yang lain. Membuat hidup lebih bermanfaat :P .

Dari banyak obrolan sehari kemarin, banyak juga yang akhirnya membuat aku berpikir n berpikir, sampe akhirnya aku memutuskan untuk mengucapkan kalimat, yang beberapa bulan terakhir ini aku belajar mengucapkannya, " nyantai aja put, gak usah terlalu dipikirin."

nc day…, smile to the world ^ - ^

belajar dari buah

Filed under: My Days — puts at 3:42 am on Wednesday, May 24, 2006

Sekedar buat belajar… untuk ngisi waktu senggang ^ - ^

1. Jadilah Jagung, Jangan Jambu Monyet. Jagung membungkus bijinya yang banyak, sedangkan jambu monyet memamerkan bijinya yang cuma satu-satunya. Artinya : Jangan suka pamer

2. Jadilah pohon Pisang. Pohon pisang kalau berbuah hanya sekali, lalu mati.

Artinya : Kesetiaan dalam pernikahan.

3. Jadilah Duren, jangan kedondong Walaupun luarnya penuh kulit yang tajam, tetapi dalamnya lembut dan manis. hmmmm, beda dengan kedondong, luarnya mulus, rasanya agak asem dan di dalamnya ada biji yang berduri.

Artinya : Don’t Judge a Book by The Cover.. jangan menilai orang dari luarnya saja.

4. Jadilah bengkoang. Walaupun hidup dalam kompos sampah, tetapi umbinya isinya putih bersih.

Artinya : Jagalah hati jangan kau nodai.

5. Jadilah Tandan Pete, bukan Tandan Rambutan. Tandan pete membagi makanan sama rata ke biji petenya, semua seimbang, tidak seperti rambutan.. ada yang kecil ada yang gede.

Artinya : Selalu adil dalam bersikap.

6. Jadilah Cabe. Makin tua makin pedas.

Artinya : Makin tua makin bijaksana.

7. Jadilah Buah Manggis Bisa ditebak isinya dari pantat buahnya.

Artinya : Jangan Munafik

8. Jadilah Buah Nangka Selain buahnya, nangka memberi getah kepada penjual atau yg memakannya.

971Artinya : Berikan kesan kepada semua orang (tentunya yg baik).

Satu tambahan yang ke sembilan(menurut saya sendiri sih), gak nyambung sih dari topik, but it’s ok  :

9. jadilah bunga, dimana kita bisa mekar dan memberi keharuman tanpa memandang dimana kita berada dan siapa disekitar kita.  :)

Artinya : apa ya???  let’s think, karena dari 1 kalimat kita bisa membuat banyak persepsi, betul gak? (tergantung memandangnya dari sebelah mana). 

Lesson for today

Filed under: My Days — puts at 5:36 pm on Tuesday, May 23, 2006

LESSON 1

A junior manager, a senior manager and their boss are on their way to a meeting. On their way through a park, they come across a wonder lamp. They rub the lamp and a ghost appears.

The ghost says, "Normally, one is granted three wishes but as you are three, I will allow one wish each"

So the eager senior manager shouted, "I want the first wish. I want to be in the Bahamas, on a fast boat and have no worries." Pfufffff. and he was gone.

Now the junior manager could not keep quiet and shouted "I want to be In Florida with beautiful girls, plenty of food and cocktails." Pfufffff. and he was also gone.

The boss calmly said, "I want these two idiots back in the office after lunch at 12.35pm."

Bgrn555l_1 

MORAL OF THE STORY IS: "ALWAYS ALLOW THE BOSS TO SPEAK FIRST"

Alasan Anda Tidak Diterima Bekerja

Filed under: karir — puts at 3:00 am on Tuesday, May 23, 2006

Bila Anda sudah sampai pada tahap tes dan wawancara kerja tetapi tidak diterima, tidak perlu terlalu berkecil hati. Kegagalan ini tidak serta merta berarti bahwa Anda kurang berkualitas. Lalu mengapa Anda tidak diterima? Berikut ini adalah sebagian dari banyak faktor yang mungkin menjadi penyebab kegagalan Anda:

1. Latar belakang pendidikan, ketrampilan dan atau pengalaman yang Anda miliki tidak sesuai dengan yang diminta. Jadi dalam hal ini Anda tidak dianggap sebagai orang yang tepat untuk menempati posisi yang kosong itu. Tidak tepat di suatu posisi di suatu perusahaan bukan berarti Anda tidak cocok di tempat lain bukan? Bisa jadi di posisi lain di perusahaan lain, Anda dianggap sangat bernilai.

2. Hasil psikotes menunjukkan bahwa kepribadian Anda tidak cocok dengan karakter pekerjaan yang nantinya akan Anda pegang. Tiap fungsi kerja mempunyai tuntutan karakter tersendiri. Untuk menduduki jabatan Sales/Marketing misalnya, dibutuhkan orang yang luwes bergaul, trampil berkomunikasi, kreatif, agresif dan sebagainya. Bila hasil tes menunjukkan bahwa kepribadian Anda tidak sesuai dengan yang diharapkan, maka wajar bila Anda gugur.

3. Bila Anda sudah sampai pada tahap negosiasi gaji, mungkin gaji yang Anda ajukan terlalu tinggi atau terlalu rendah. Tidak semua perusahaan senang bila mendapatkan kandidat pelamar yang mengajukan gaji jauh di bawah 菟asaran・ Bisa jadi mereka malah akan meragukan kualitas Anda. Jadi sebelum negosiasi gaji, pastikan Anda telah melakukan sedikit survei mengenai gaji untuk posisi yang sama di perusahaan-perusahaan lain, sedapat mungkin di industri yang sejenis.

Tips Memilih Pekerjaan/Profesi

Filed under: karir — puts at 2:58 am on Tuesday, May 23, 2006

Semua orang ingin sukses dalam pekerjaan dan karirnya. Tetapi hanya sedikit yang bisa mencapainya. Keberhasilan dalam pekerjaan bisa diawali dari pilihan Anda. Pilihan yang tepat dengan usaha yang keras bisa mengantarkan Anda pada keberhasilan. Sebaliknya, pilihan yang salah bisa membawa Anda pada stagnasi atau bahkan kegagalan. Apa saja yang perlu dipertimbangkan dalam memilih pekerjaan agar tidak salah? Silakan simak hal-jal berikut ini :

1.Kenali diri Anda sebaik mungkin

a. Pelajari kelebihan dan kelemahan diri Anda, dan pilihlah jenis pekerjaan atau profesi yang menuntut Anda menggunakan bakat atau kelebihan Anda. Jangan coba-coba melamar pekerjaan yang menuntut Anda untuk melakukan hal-hal yang merupakan kelemahan Anda. Misal : bila Anda adalah orang yang tekun, sangat cepat dan teliti dalam berhitung tetapi pendiam dan kurang luwes dalam bergaul, maka pekerjaan di bidang Keuangan dan Akuntansi akan jauh lebih menjanjikan keberhasilan dibandingkan pekerjaan di bidang Sales atau Marketing.

b.Pahami hobi/minat Anda.
Bila memungkinkan, pilihlah bidang pekerjaan yang sesuai dengan minat atau hobi Anda. Orang yang bekerja di bidang yang sesuai dengan minatnya umumnya lebih sukses. Karena kesesuaian ini akan membuat orang lebih mencintai pekerjaannya dan kecintaan pada pekerjaan biasanya akan mendorong orang untuk bekerja dengan giat, antusias, sepenuh hati dan ingin menghasilkan yang terbaik.

2.Perusahaan pertama sangat menentukan
Bila memungkinkan, awali karir Anda dari perusahaan besar yang telah memiliki sejarah panjang dan reputasi yang baik. Perusahaan semacam itu umumnya lebih menjanjikan, terlebih lagi bila itu adalah perusahaan multi nasional yang telah memiliki reputasi puluhan tahun di manca negara. Di perusahaan semacam ini kelak Anda akan mendapatkan lebih banyak kemudahan dan pilihan. Anda bisa mencoba meniti karir di perusahaan yang sama. Atau bila suatu saat Anda ingin mendapatkan tantangan baru di luar, maka biasanya “nilai jual” Anda relatif tinggi dan Anda akan memiliki keleluasaan lebih dalam menentukan pilihan perusahaan berikutnya.

3.Spesialis atau Generalis?
Terkait dengan pilihan perusahaan pertama ini adalah jenis industri dari perusahaan yang pertama Anda masuki. Apa target Anda? Ingin diakui dan mendapatkan penghargaan setinggi-tingginya atas profesi Anda, atau lebih mengarah pada keinginan meniti karir sampai ke puncak manajemen perusahaan? Untuk menjadi seorang spesialis, Anda harus memilih perusahaan dengan jenis industri yang menempatkan bidang profesi Anda pada posisi yang jauh lebih dominan dibanding profesi lainnya. Hal ini biasanya juga berkaitan erat dengan latar belakang pendidikan Anda. Misalnya, bila Anda adalah lulusan sekolah Informasi Teknologi dan ingin menjadi spesialis, maka pekerjaan di perusahaan konsultan software (software house) adalah pilihan yang tepat bagi Anda. Contoh lain, bila Anda adalah seorang lulusan Sekolah Tinggi Perhotelan jurusan Boga, maka pekerjaan sebagai seorang Chef atau Koki di restoran di hotel berbintang lima bisa mengantarkan Anda sampai ke puncak karir yang sangat bergengsi sebagai seorang spesialis dan bisa membuat Anda diburu perusahaan sejenis.

Sedangkan bila Anda ingin menjadi seorang generalis, maka orientasi pemilihan perusahaan yang akan Anda masuki akan berbeda. Anda tidak perlu terlalu memperhatikan jenis industri dari perusahaan yang akan Anda masuki. Yang lebih penting untuk diperhatikan adalah ada tidaknya peluang karir yang cukup besar di perusahaan tersebut untuk naik ke jenjang yang lebih tinggi, baik untuk karir yang linear maupun karir di bidang/departemen yang berbeda.

4.Siklus Hidup Perusahaan
Dalam memilih perusahaan yang akan Anda masuki, baik yang pertama maupun yang ke sekian, Anda juga harus mempertimbangkan life cycle atau siklus hidup dari jenis industri perusahaan tersebut. Ada jenis-jenis industri yang siklus hidupnya pendek dan sangat dipengaruhi oleh trend dan ada pula yang panjang dan sudah teruji. Hal ini biasanya dipengaruhi oleh budaya dan sistem sosial ekonomi di kota/negara yang bersangkutan. Di Jakarta misalnya, kemunculan bisnis-bisnis kafe di kawasan tertentu kerap bersifat seperti "jamur di musim hujan" yang segera berguguran dan menghilang begitu musim berlalu. Jadi bila Anda ingin membangun karir yang mapan, sebaiknya Anda memilih perusahaan dengan jenis industri yang sudah teruji siklus hidupnya memang panjang.

Untuk diingat aja

Filed under: My Days — puts at 2:51 am on Tuesday, May 23, 2006

Sekedar untuk mengingatkan dikala kita gak ingat ^ - ^

SAYA BELAJAR, bahwa saya tidak dapat memaksa orang
lain mencintai saya, saya hanya dapat melakukan
sesuatu untuk orang yang saya cintai

SAYA BELAJAR, bahwa sahabat terbaik bersama saya dapat
melakukan banyak hal dan kami selalu memiliki waktu
terbaik

SAYA BELAJAR, bahwa persahabatan sejati senantiasa
bertumbuh walau dipisahkan oleh jarak yang jauh,
beberapa di antaranya melahirkan cinta sejati

SAYA BELAJAR, bahwa sebaik-baiknya pasangan itu,
mereka pasti pernah melukai perasaan saya, dan untuk
itu saya harus memaafkannya …..

SAYA BELAJAR, bahwa lingkungan dapat mempengaruhi
pribadi saya, tapi saya harus bertanggung jawab untuk
apa yang saya telah lakukan ….

SAYA BELAJAR, bahwa tidaklah penting apa yang saya
miliki, tapi yang penting adalah siapa saya ini
sebenarnya ….

SAYA BELAJAR, bahwa saya harus memilih apakah
menguasai sikap dan emosi atau sikap dan emosi itu
yang menguasai diri saya …..

SAYA BELAJAR, bahwa kata-kata manis tanpa tindakan
adalah saat perpisahan dengan orang yang saya
cintai…..

SAYA BELAJAR, bahwa butuh waktu bertahun-tahun untuk
membangun kepercayaan dan hanya beberapa detik saja
untuk menghancurkannya …..

SAYA BELAJAR, bahwa orang yang saya kira adalah orang
yang jahat, justru adalah orang yang membangkitkan
semangat hidup saya kembali serta orang yang begitu
perhatian pada saya…..

SAYA BELAJAR, bahwa jika seseorang tidak menunjukkan
perhatian seperti yang saya inginkan, bukan berarti
bahwa dia tidak mencintai saya …..

SAYA BELAJAR, bahwa saya harus belajar mengampuni diri
sendiri dan orang lain, kalau tidak mau dikuasai
perasaan bersalah terus menerus …..

SAYA BELAJAR, bahwa dua manusia dapat melihat sebuah
benda, tapi kadang dari sudut pandang yang
berbeda…..

SAYA BELAJAR, bahwa tidak ada yang instant atau serba
cepat di dunia ini, semua butuh proses pertumbuhan
kecuali saya ingin sakit hati …..

SAYA BELAJAR, bahwa saya punya hak untuk marah, tetapi
itu bukan berarti saya harus benci dan berlaku
bengis…..

SAYA BELAJAR, bahwa orang-orang yang saya kasihi
justru sering diambil segera dari kehidupan saya ….

semangat woi…………………….. ^ - ^

Cerita dari teman

Filed under: My Days — puts at 10:55 pm on Monday, May 22, 2006
CINTA LAKI-LAKI BIASA
(True Story)
Menjelang hari H, Nania masih saja sulit mengungkapkan alasan kenapa dia
mau menikah dengan lelaki itu. Baru setelah menengok ke belakang,
hari-hari yang dilalui, gadis cantik itu sadar, keheranan yang terjadi
bukan semata miliknya, melainkan menjadi milik banyak orang; Papa dan
Mama, kakak-kakak, tetangga, dan teman-teman Nania. Mereka ternyata sama
herannya.
Kenapa? Tanya mereka di hari Nania mengantarkan surat undangan.
Saat itu teman-teman baik Nania sedang duduk di kantin menikmati hari-hari
sidang yang baru saja berlalu. Suasana sore di kampus sepi.
Berpasang-pasang mata tertuju pada gadis itu.
Tiba-tiba saja pipi Nania bersemu merah, lalu matanya berpijar bagaikan
lampu neon limabelas watt. Hatinya sibuk merangkai kata-kata yg barangkali
beterbangan di otak melebihi kapasitas. Mulut Nania terbuka. Semua
menunggu. Tapi tak ada apapun yang keluar dari sana. Ia hanya menarik
nafas, mencoba bicara dan? menyadari, dia tak punya kata-kata!
Dulu gadis berwajah indo itu mengira punya banyak jawaban, alasan detil
dan spesifik, kenapa bersedia menikah dengan laki-laki itu. Tapi kejadian
di kampus adalah kali kedua Nania yang pintar berbicara mendadak gagap.
Yang pertama terjadi tiga bulan lalu saat Nania menyampaikan keinginan
Rafli untuk melamarnya. Arisan keluarga Nania dianggap momen yang tepat
karena semua berkumpul, bahkan hingga generasi ketiga, sebab
kakak-kakaknya yang sudah berkeluarga membawa serta buntut mereka.
Kamu pasti bercanda!
Nania kaget. Tapi melihat senyum yang tersungging di wajah kakak tertua,
disusul senyum serupa dari kakak nomor dua, tiga, dan terakhir dari Papa
dan Mama membuat Nania menyimpulkan: mereka serius ketika mengira Nania
bercanda.
Suasana sekonyong-konyong hening. Bahkan keponakan-keponakan Nania yang
balita melongo dengan gigi-gigi mereka yang ompong. Semua menatap Nania!
Nania serius! tegasnya sambil menebak-nebak, apa lucunya jika Rafli memang
melamarnya.
Tidak ada yang lucu, suara Papa tegas, Papa hanya tidak mengira
Rafli berani melamar anak Papa yang paling cantik!
Nania tersenyum. Sedikit lega karena kalimat Papa barusan adalah pertanda
baik. Perkiraan Nania tidak sepenuhnya benar sebab setelah itu
berpasang-pasang mata kembali menghujaninya, seperti tatapan mata penuh
selidik seisi ruang pengadilan pada tertuduh yang duduk layaknya
pesakitan.
Tapi Nania tidak serius dengan Rafli, kan? Mama mengambil inisiatif
bicara, masih seperti biasa dengan nada penuh wibawa, maksud Mama siapa
saja boleh datang melamar siapapun, tapi jawabannya tidak harus iya, toh?
Nania terkesima.
Kenapa?
Sebab kamu gadis Papa yang paling cantik.
Sebab kamu paling berprestasi dibandingkan kami. Mulai dari ajang busana,
sampai lomba beladiri. Kamu juga juara debat bahasa Inggris, juara baca
puisi seprovinsi. Suaramu bagus!
Sebab masa depanmu cerah. Sebentar lagi kamu meraih gelar insinyur.
Bakatmu yang lain pun luar biasa. Nania sayang, kamu bisa mendapatkan
laki-laki manapun yang kamu mau!
Nania memandangi mereka, orang-orang yang amat dia kasihi, Papa,
kakak-kakak, dan terakhir Mama. Takjub dengan rentetan panjang uraian
mereka atau satu kata ‘kenapa’ yang barusan Nania lontarkan.
Nania Cuma mau Rafli, sahutnya pendek dengan airmata mengambang di kelopak.
Hari itu dia tahu, keluarganya bukan sekadar tidak suka, melainkan sangat
tidak menyukai Rafli. Ketidaksukaan yang mencapai stadium empat. Parah.
Tapi kenapa?
Sebab Rafli cuma laki-laki biasa, dari keluarga biasa, dengan pendidikan
biasa, berpenampilan biasa, dengan pekerjaan dan gaji yg amat sangat
biasa.
Bergantian tiga saudara tua Nania mencoba membuka matanya.
Tak ada yang bisa dilihat pada dia, Nania!
Cukup!
Nania menjadi marah. Tidak pada tempatnya ukuran-ukuran duniawi menjadi
parameter kebaikan seseorang menjadi manusia. Di mana iman, di mana
tawakkal hingga begitu mudah menentukan masa depan seseorang dengan
melihat pencapaiannya hari ini?
Sayangnya Nania lagi-lagi gagal membuka mulut dan membela Rafli.
Barangkali karena Nania memang tidak tahu bagaimana harus membelanya.
Gadis itu tak punya fakta dan data konkret yang bisa membuat Rafli tampak
‘luar biasa’. Nania Cuma punya idealisme berdasarkan perasaan yang telah
menuntun Nania menapaki hidup hingga umur duapuluh tiga. Dan nalurinya
menerima Rafli. Di sampingnya Nania bahagia.
Mereka akhirnya menikah.
***
Setahun pernikahan.
Orang-orang masih sering menanyakan hal itu, masih sering berbisik-bisik
di belakang Nania, apa sebenarnya yang dia lihat dari Rafli. Jeleknya,
Nania masih belum mampu juga menjelaskan kelebihan-kelebihan Rafli agar
tampak di mata mereka.
Nania hanya merasakan cinta begitu besar dari Rafli, begitu besar hingga
Nania bisa merasakannya hanya dari sentuhan tangan, tatapan mata, atau
cara dia meladeni Nania. Hal-hal sederhana yang membuat perempuan itu
sangat bahagia.
Tidak ada lelaki yang bisa mencintai sebesar cinta Rafli pada Nania.
Nada suara Nania tegas, mantap, tanpa keraguan.
Ketiga saudara Nania hanya memandang lekat, mata mereka terlihat tak percaya.
Nia, siapapun akan mudah mencintai gadis secantikmu!
Kamu adik kami yang tak hanya cantik, tapi juga pintar!
Betul. Kamu adik kami yang cantik, pintar, dan punya kehidupan sukses!
Nania merasa lidahnya kelu. Hatinya siap memprotes. Dan kali ini
dilakukannya sungguh-sungguh. Mereka tak boleh meremehkan Rafli.
Beberapa lama keempat adik dan kakak itu beradu argumen.
Tapi Rafli juga tidak jelek, Kak!
Betul. Tapi dia juga tidak ganteng kan?
Rafli juga pintar!
Tidak sepintarmu, Nania.
Rafli juga sukses, pekerjaannya lumayan.
Hanya lumayan, Nania. Bukan sukses. Tidak sepertimu.
Seolah tak ada apapun yang bisa meyakinkan kakak-kakaknya, bahwa adik
mereka beruntung mendapatkan suami seperti Rafli. Lagi-lagi percuma.
Lihat hidupmu, Nania. Lalu lihat Rafli! Kamu sukses, mapan, kamu bahkan
tidak perlu lelaki untuk menghidupimu.
Teganya kakak-kakak Nania mengatakan itu semua. Padahal adik mereka sudah
menikah dan sebentar lagi punya anak.
Ketika lima tahun pernikahan berlalu, ocehan itu tak juga berhenti.
Padahal Nania dan Rafli sudah memiliki dua orang anak, satu lelaki dan
satu perempuan. Keduanya menggemaskan. Rafli bekerja lebih rajin setelah
mereka memiliki anak-anak. Padahal itu tidak perlu sebab gaji Nania lebih
dari cukup untuk hidup senang. Tak apa, kata lelaki itu, ketika Nania
memintanya untuk tidak terlalu memforsir diri. Gaji Nania cukup, maksud
Nania jika digabungkan dengan gaji Abang.
Nania tak bermaksud menyinggung hati lelaki itu. Tapi dia tak perlu
khawatir sebab suaminya yang berjiwa besar selalu bisa menangkap hanya
maksud baik..
Sebaiknya Nania tabungkan saja, untuk jaga-jaga. Ya? Lalu dia mengelus
pipi Nania dan mendaratkan kecupan lembut. Saat itu sesuatu seperti
kejutan listrik menyentakkan otak dan membuat pikiran Nania cerah.
Inilah hidup yang diimpikan banyak orang. Bahagia!
Pertanyaan kenapa dia menikahi laki-laki biasa, dari keluarga biasa,
dengan pendidikan biasa, berpenampilan biasa, dengan pekerjaan dan gaji
yang amat sangat biasa, tak lagi mengusik perasaan Nania. Sebab ketika
bahagia, alasan-alasan menjadi tidak penting.
Menginjak tahun ketujuh pernikahan, posisi Nania di kantor semakin
gemilang, uang mengalir begitu mudah, rumah Nania besar, anak-anak pintar
dan lucu, dan Nania memiliki suami terbaik di dunia. Hidup perempuan itu
berada di puncak!
Bisik-bisik masih terdengar, setiap Nania dan Rafli melintas dan
bergandengan mesra. Bisik orang-orang di kantor, bisik tetangga kanan dan
kiri, bisik saudara-saudara Nania, bisik Papa dan Mama.
Sungguh beruntung suaminya. Istrinya cantik.
Cantik ya? dan kaya!
Tak imbang!
Dulu bisik-bisik itu membuatnya frustrasi. Sekarang pun masih, tapi Nania
belajar untuk bersikap cuek tidak peduli. Toh dia hidup dengan perasaan
bahagia yang kian membukit dari hari ke hari.
Tahun kesepuluh pernikahan, hidup Nania masih belum bergeser dari puncak.
Anak-anak semakin besar. Nania mengandung yang ketiga. Selama kurun waktu
itu, tak sekalipun Rafli melukai hati Nania, atau membuat Nania menangis.
***
Bayi yang dikandung Nania tidak juga mau keluar. Sudah lewat dua minggu
dari waktunya.
Plasenta kamu sudah berbintik-bintik. Sudah tua, Nania. Harus segera
dikeluarkan!
Mula-mula dokter kandungan langganan Nania memasukkan sejenis obat ke
dalam rahim Nania. Obat itu akan menimbulkan kontraksi hebat hingga
perempuan itu merasakan sakit yang teramat sangat. Jika semuanya normal,
hanya dalam hitungan jam, mereka akan segera melihat si kecil.
Rafli tidak beranjak dari sisi tempat tidur Nania di rumah sakit. Hanya
waktu-waktu shalat lelaki itu meninggalkannya sebentar ke kamar mandi, dan
menunaikan shalat di sisi tempat tidur. Sementara kakak-kakak serta
orangtua Nania belum satu pun yang datang.
Anehnya, meski obat kedua sudah dimasukkan, delapan jam setelah obat
pertama, Nania tak menunjukkan tanda-tanda akan melahirkan. Rasa sakit dan
melilit sudah dirasakan Nania per lima menit, lalu tiga menit. Tapi
pembukaan berjalan lambat sekali.
Baru pembukaan satu.
Belum ada perubahan, Bu.
Sudah bertambah sedikit, kata seorang suster empat jam kemudian
menyemaikan harapan.
Sekarang pembukaan satu lebih sedikit. Nania dan Rafli berpandangan.
Mereka sepakat suster terakhir yang memeriksa memiliki sense of humor yang
tinggi.
Tigapuluh jam berlalu. Nania baru pembukaan dua. Ketika pembukaan pecah,
didahului keluarnya darah, mereka terlonjak bahagia sebab dulu-dulu
kelahiran akan mengikuti setelah ketuban pecah. Perkiraan mereka meleset.
Masih pembukaan dua, Pak!
Rafli tercengang. Cemas. Nania tak bisa menghibur karena rasa sakit yang
sudah tak sanggup lagi ditanggungnya. Kondisi perempuan itu makin payah.
Sejak pagi tak sesuap nasi pun bisa ditelannya.
Bang?
Rafli termangu. Iba hatinya melihat sang istri memperjuangkan dua kehidupan.
Dokter?
Kita operasi, Nia. Bayinya mungkin terlilit tali pusar.
Mungkin?
Rafli dan Nania berpandangan. Kenapa tidak dari tadi kalau begitu?
Bagaimana jika terlambat?
Mereka berpandangan, Nania berusaha mengusir kekhawatiran. Ia senang
karena Rafli tidak melepaskan genggaman tangannya hingga ke pintu kamar
operasi. Ia tak suka merasa sendiri lebih awal.
Pembiusan dilakukan, Nania digiring ke ruangan serba putih. Sebuah sekat
ditaruh di perutnya hingga dia tidak bisa menyaksikan ketrampilan
dokter-dokter itu. Sebuah lagu dimainkan. Nania merasa berada dalam perahu
yang diguncang ombak. Berayun-ayun. Kesadarannya naik-turun. Terakhir,
telinga perempuan itu sempat menangkap teriakan-teriakan di sekitarnya,
dan langkah-langkah cepat yang bergerak, sebelum kemudian dia tak sadarkan
diri.
Kepanikan ada di udara. Bahkan dari luar Rafli bisa menciumnya. Bibir
lelaki itu tak berhenti melafalkan zikir.
Seorang dokter keluar, Rafli dan keluarga Nania mendekat.
Pendarahan hebat!
Rafli membayangkan sebuah sumber air yang meluap, berwarna merah.
Ada varises di mulut rahim yang tidak terdeteksi dan entah bagaimana
pecah! Bayi mereka selamat, tapi Nania dalam kondisi kritis.
Mama Nania yang baru tiba, menangis. Papa termangu lama sekali.
Saudara-saudara Nania menyimpan isak, sambil menenangkan orangtua mereka.
Rafli seperti berada dalam atmosfer yang berbeda. Lelaki itu tercenung
beberapa saat, ada rasa cemas yang mengalir di pembuluh-pembuluh darahnya
dan tak bisa dihentikan, menyebar dan meluas cepat seperti kanker.
Setelah itu adalah hari-hari penuh doa bagi Nania.
***
Sudah seminggu lebih Nania koma. Selama itu Rafli bolak-balik dari
kediamannya ke rumah sakit. Ia harus membagi perhatian bagi Nania dan juga
anak-anak. Terutama anggota keluarganya yang baru, si kecil. Bayi itu
sungguh menakjubkan, fisiknya sangat kuat, juga daya hisapnya. Tidak
sampai empat hari, mereka sudah oleh membawanya pulang.
Mama, Papa, dan ketiga saudara Nania terkadang ikut menunggui Nania di
rumah sakit, sesekali mereka ke rumah dan melihat perkembangan si kecil.
Walau tak banyak, mulai terjadi percakapan antara pihak keluarga Nania
dengan Rafli.
Lelaki itu sungguh luar biasa. Ia nyaris tak pernah meninggalkan rumah
sakit, kecuali untuk melihat anak-anak di rumah. Syukurnya pihak
perusahaan tempat Rafli bekerja mengerti dan memberikan izin penuh. Toh,
dedikasi Rafli terhadap kantor tidak perlu diragukan.
Begitulah Rafli menjaga Nania siang dan malam. Dibawanya sebuah Quran
kecil, dibacakannya dekat telinga Nania yang terbaring di ruang ICU.
Kadang perawat dan pengunjung lain yang kebetulan menjenguk sanak famili
mereka, melihat lelaki dengan penampilan sederhana itu bercakap-cakap dan
bercanda mesra..
Rafli percaya meskipun tidak mendengar, Nania bisa merasakan kehadirannya.
Nania, bangun, Cinta?
Kata-kata itu dibisikkannya berulang-ulang sambil mencium tangan, pipi dan
kening istrinya yang cantik.
Ketika sepuluh hari berlalu, dan pihak keluarga mulai pesimis dan berfikir
untuk pasrah, Rafli masih berjuang. Datang setiap hari ke rumah sakit,
mengaji dekat Nania sambil menggenggam tangan istrinya mesra. Kadang
lelaki itu membawakan buku-buku kesukaan Nania ke rumah sakit dan
membacanya dengan suara pelan. Memberikan tambahan di bagian ini dan itu.
Sambil tak bosan-bosannya berbisik,
Nania, bangun, Cinta?
Malam-malam penantian dilewatkan Rafli dalam sujud dan permohonan. Asalkan
Nania sadar, yang lain tak jadi soal. Asalkan dia bisa melihat lagi cahaya
di mata kekasihnya, senyum di bibir Nania, semua yang menjadi sumber
semangat bagi orang-orang di sekitarnya, bagi Rafli.
Rumah mereka tak sama tanpa kehadiran Nania. Anak-anak merindukan ibunya.
Di luar itu Rafli tak memedulikan yang lain, tidak wajahnya yang lama tak
bercukur, atau badannya yang semakin kurus akibat sering lupa makan.
Ia ingin melihat Nania lagi dan semua antusias perempuan itu di mata,
gerak bibir, kernyitan kening, serta gerakan-gerakan kecil lain di
wajahnya yang cantik. Nania sudah tidur terlalu lama.
Pada hari ketigapuluh tujuh doa Rafli terjawab. Nania sadar dan wajah
penat Rafli adalah yang pertama ditangkap matanya.
Seakan telah begitu lama. Rafli menangis, menggenggam tangan Nania dan
mendekapkannya ke dadanya, mengucapkan syukur berulang-ulang dengan
airmata yang meleleh.
Asalkan Nania sadar, semua tak penting lagi.
Rafli membuktikan kata-kata yang diucapkannya beratus kali dalam doa.
Lelaki biasa itu tak pernah lelah merawat Nania selama sebelas tahun
terakhir. Memandikan dan menyuapi Nania, lalu mengantar anak-anak ke
sekolah satu per satu. Setiap sore setelah pulang kantor, lelaki itu
cepat-cepat menuju rumah dan menggendong Nania ke teras, melihat senja
datang sambil memangku Nania seperti remaja belasan tahun yang sedang
jatuh cinta.
Ketika malam Rafli mendandani Nania agar cantik sebelum tidur.
Membersihkan wajah pucat perempuan cantik itu, memakaikannya gaun tidur.
Ia ingin Nania selalu merasa cantik. Meski seringkali Nania mengatakan itu
tak perlu. Bagaimana bisa merasa cantik dalam keadaan lumpuh?
Tapi Rafli dengan upayanya yang terus-menerus dan tak kenal lelah selalu
meyakinkan Nania, membuatnya pelan-pelan percaya bahwa dialah perempuan
paling cantik dan sempurna di dunia. Setidaknya di mata Rafli.
Setiap hari Minggu Rafli mengajak mereka sekeluarga jalan-jalan keluar.
Selama itu pula dia selalu menyertakan Nania. Belanja, makan di restoran,
nonton bioskop, rekreasi ke manapun Nania harus ikut. Anak-anak, seperti
juga Rafli, melakukan hal yang sama, selalu melibatkan Nania. Begitu
bertahun-tahun.
Awalnya tentu Nania sempat merasa risih dengan pandangan orang-orang di
sekitarnya. Mereka semua yang menatapnya iba, lebih-lebih pada Rafli yang
berkeringat mendorong kursi roda Nania ke sana kemari. Masih dengan senyum
hangat di antara wajahnya yang bermanik keringat.
Lalu berangsur Nania menyadari, mereka, orang-orang yang ditemuinya di
jalan, juga tetangga-tetangga, sahabat, dan teman-teman Nania tak puas
hanya memberi pandangan iba, namun juga mengomentari, mengoceh, semua
berbisik-bisik.
Baik banget suaminya!
Lelaki lain mungkin sudah cari perempuan kedua!
Nania beruntung!
Ya, memiliki seseorang yang menerima dia apa adanya.
Tidak, tidak cuma menerima apa adanya, kalian lihat bagaimana suaminya
memandang penuh cinta. Sedikit pun tak pernah bermuka masam!
Bisik-bisik serupa juga lahir dari kakaknya yang tiga orang, Papa dan Mama.
Bisik-bisik yang serupa dengungan dan sempat membuat Nania makin
frustrasi, merasa tak berani, merasa?
Tapi dia salah. Sangat salah. Nania menyadari itu kemudian. Orang-orang di
luar mereka memang tetap berbisik-bisik, barangkali selamanya akan selalu
begitu. Hanya saja, bukankah bisik-bisik itu kini berbeda bunyi?
Dari teras Nania menyaksikan anak-anaknya bermain basket dengan ayah
mereka.. Sesekali perempuan itu ikut tergelak melihat kocak permainan.
Ya. Duapuluh dua tahun pernikahan. Nania menghitung-hitung semua,
anak-anak yang beranjak dewasa, rumah besar yang mereka tempati, kehidupan
yang lebih dari yang bisa dia syukuri. Meski tubuhnya tak berfungsi
sempurna. Meski kecantikannya tak lagi sama karena usia, meski karir telah
direbut takdir dari tangannya.
Waktu telah membuktikan segalanya. Cinta luar biasa dari laki-laki biasa
yang tak pernah berubah, untuk Nania.
Seperti yg diceritakan oleh seorang sahabat..
Next Page »